Senja ini redup lagi
awan tunjuk wajah ingin menangis
membawa sarat kandungan air suci
di bawah pelantar langit jingga
mengikut haluan angin
tiba detik mencurah membasihi
bumi gersang dek hangat bara mentari siang
menanti embun malam yang dingin bertamu
menemani gelita malam yang menunggu tiba cahaya fajar.
~CNM, 7/3/11, 18.16 pm, bbb~
No comments:
Post a Comment