Followers: TQ

Carian Dalam Laman ini

Showing posts with label Puisi Tema Alam. Show all posts
Showing posts with label Puisi Tema Alam. Show all posts

28 November, 2016

Alam Lestari

Kemarau dingin telah menguap
embun bertitisan melakar senyuman
serata alam lantunkan kesyukuran
bahang berlari ke sudut alam
menanti musim kembaii menyerang
beburung galak turun mandi ke kali
unggas terbang bebas seakan lupa diri
nafas berisi udara segar
jantung bersemangat menari
seisi alam gagah berdiri.

Telah melarut keperitan
hanyut ke dasar ketenangan
yang tinggal rona-rona kesejahteraan
sebelum bertunas putik kesengsaraan
perlahan menyelinap bajai kedukaan.

Ketentuan terindah itu apa yang tertakdir.

CNM 16/7/16

Sesaat

Sesaat
aku mengintai ruang
terpandang ke dada langit malam
bulan bintang hadir di sebalik awan gemawan
pepohon tunduk rimbun dedaunan
pungguk bertenggek di dahan
mungkin mencari ilham
lagu apa nak didendang.

Sesaat
pada ruang terluang
saksikan keagungan Tuhan
tiada sesuatu dijadikan tanpa peranan
kepada yang beriman
sepanjang perjalanan pulang
padanya ada petunjuk
mudahan tak tergelincir dari jalan kebenaran.

CNM, 11/7/16.

10 July, 2016

Pelangi Pagi

Datang menyeri
indah warnai hari
keagungan ciptaan Ilahi

hidup biar seperti pelangi
walau seketika menghiasi
dinanti
seisi alam menyenangi.

CNM 21 Jun 2016

08 May, 2016

Ketika Titis Hujan

Renyainya
seakan berbisik ke telinga
beradulah
beradu dengan damai
kembalikan tenaga muda
buat membanting asa.

Dinginnya
menerjah ke tulang
dipeluk gebar hangat
sehangat hembusan nafas ke pipi
pulihkan semangat
esok melangkah lagi memerah keringat.

CNM

Keranamu

Keranamu
angin
tanpa wajah
menyapa mulus
menggoncang ganas...

keranamu
air
menitis dari dada langit
menyimbah dingin
menelan bahang...

keranamu
pohon
tumbuh rimbun
menghijau pandangan
mengenyang ternakan...

keranamu
rembulan
menyeri cakrawala
menyuluh gelita malam
pendoman di lautan...

keranamu mentari
anugerah terhebat Ilahi.
CNM, 2/4/16

Dijadi

Tanah-tanah itu gersang
kering kontang
debu melayang,

lembah-lembah itu melimpah
lumpur meratah
harta benda musnah,

gunung-ganang itu bergetar
kerak bumi tersesar
hidupan bergelimpangan terdampar,

laut itu membuak
manusia berteriak
tangisan terisak-isak,

kepada Dia segala akan kembali
yang mana satu ingin didustai
dijadikan-Nya menguji.

CNM

24 January, 2016

Bauksit

Digali segala bukit
bukan sedikit
rona karat melekit
selut debu menghimpit
penyakit menyelit
alam terpalit
rakyat tersepit
tadbir urus berbelit
kekayaan disumpit
kelestarian dihumban ke parit.

CNM

Parah

Belantara ditarah
robot-robot rakus menarah
tangan-tangan penjarah
tak kenal padah
alam musnah.

Tanah-tanah berdarah
lurah-lurah alirkan nanah
muara meludah
laut biru berubah
lenyap panaroma indah.

Siapa punya kerenah?

CNM

14 November, 2015

Nov-Dis

... dia datang lagi
manis atau ngeri
tak siapa pasti

...dia bertandang lagi
menggamit tragedi
bergenang mengingati
dibanjiri

...dia mendekat lagi
gusar menghimpit hati
apakah bencana menanti?
Hujan mula membasahi
bumi diladungi

...dia seakan menyakiti
seribu robekkan menyiat naluri
dia mengajar erti berbudi
alam perlu dilestari
pewaris mampu nikmati
sejahtera menghuni.

CNM, 13/11/15

#Jerebu

Alam turut kelabu
terserak debu-debu
pedih mata kalbu
bergenang kristal biru
menitis laju
betapa tadbir urus lesu
mengeliru
berapa lama perlu tunggu
pimpinan berhala tuju
rakyat dipacu
duduk di mercu.

Jerebu bawalah luka bersamamu.

CNM, 12/9/15

05 August, 2015

dan

...dan
...dan keheningan malam
mengusir lelah yang hadir mencelah.
...dan kedamaian malam
membelai sukma yang diterjah gelora.
...dan malam pasti berlalu
meninggalkan aku sendiri merona waktu.
CNM

26 June, 2015

RAHMAT


Senja tadi
langit kebiruan 
disimbah rona senja
kemilau cahaya 
rahmat bakal tiba.

Malam ini
langit gemerlapan
kerlipan bintang 
bagai menanti
rahmat bulan suci.

CNM

Suatu Senja

Rona jingga
bawa petanda
terbuka lapang dada
indah nian tercipta
warna-warna semesta
Dia sang pencipta
maha berkuasa seluruh cakrawala
dengan kata "kun" maka jadilah segala.

CNM, 22/4/15

Hujan Tiba

Tadi baru aku berbicara
kalau rindukan rintik hujan
tunggulah musim kemarau tiba
belum pun sempat kemarau mesra
tempias hujan membasahi pepohon melata
beburung dapat mandi manda
rerumput tersenyum hilang dahaga
dan hari meredupkan dingin ke dada.

CNM, 22/3/15

Rindu Hujan


Jika kamu rindukan rintik hujan
tunggulah musim kemarau
bahang membakar menitiskan keringat dingin
mengalir membasahi kolam harapan
dan tumbuh anganan
lalu terangkat kedua tangan
memohon doa dimakbulkan.

CNM, 22/3/15

20 March, 2015

Seakan Mengerti


Langit petang
bertemankan mendung
bakal menangisi

dentuman guruh
panahan petir
seakan mengerti isi hati

bergelojak jiwa kerana mungkin
terpaksa melepaskan dikau pergi
tinggal kami mencari ganti
yang tak akan seperti.

CNM, 9/3/15.

Air Mata Titiwangsa

Air Mata Titiwangsa

Air mata titiwangsa
menerjah kampung bonda
meninggalkan pilu luka.

Ranap harta benda
amukkan paling bisa
lantunan provokasi manusia.

Kamu amati
banjaran itu disakiti
sesekali asakkannya melampaui
jangan terduduk menangisi.

CNM, 16/1/15

Lecak


Air mata menyejat
tinggal hati yang lecak
renung dahsyatnya landskap
hasilan tangan-tangan keparat
yang buta tuli menjarah.

Kepiluan ini
dalamnya menikam asa
bukan kepalang buat mengangkat muka
terbeban dek amukan alam ternoda
natijah tak terjangka.

Insaflah
alam itu bernyawa
responsifnya tak terduga.

CNM, 13/1/15

11 January, 2015

Sukar

Nun
di daerah yang ranap
dek arus dan selut mengenap
yang tinggal cuma mengharap
bantuan tiba pulih semangat
ujian ini terlalu berat
untuk kembali tegak.

Turun
hulurkan jabat
sumbangkan kudrat
sapu air mata 
lepaskan trauma jiwa
pohon doa
tabahkan hati mereka.

CNM, 11/1/15

Kawan

Mata, mata
hanya mampu merenung langit
mencari jawapan
alam tidak lagi mesra
dan mungkin
Tuhan mula bosan
manusia berbangga dengan dosa-dosa
membinasakan diri dengan tangan sendiri.

Matahari
laut
bulan
bintang
diam membisu
rerumput
pepohon
tunduk layu.

Bersahabatlah dengan alam
demi reda-Nya.

CNM, 3/1/15